Sedih ketika Artikel Dikopi Dan Dikangkangi Di Halaman Pertama Google
Beginilah dunia blogging, kopi mengkopi artikel menjadi hal yang lumrah. Bagaimana tidak, ide yang bisa dihitung harus digangbang oleh blogger yang jumlahnya bejibun. Siapa yang mengkopi dan siapa yang dikopi semua bebas saling tuding. Inilah resiko blogger jika harus membuat artikel dengan tema yang sama namun tidak bisa membuat tulisan yang unik.
Hari ini saya membuka google search console, ceritanya untuk melihat performa blog minggu ini. Namun ada yang sedikit aneh, pada tab posisi salah satu artikel andalan saya yang menempati peringkat satu di halaman pencarian tergusur turun.
Karena penasaran saya cari saja kueri utama dari artikel tersebut di halaman pencarian untuk melihat artikel yang mengangkangi artikel saya itu. Dan hasilnya ternyata salah satu blog Indonesia ternama yang semua blogger pasti tau.
Tanpa pikir pikir panjang langsung saja saya klik tautan tersebut untuk melihat lebih detil artikel kompetitor tersebut.
Tak butuh waktu lama bagi saya untuk bisa mengenali bahwa tulisan dari artikel tersebut 98% mirip dengan artikel saya. Namun pada artikel kompetitor tersebut kata-katanya dispin namun tidak merubah makna dari kalimatnya jadi mudah dikenali kemiripannya.
Padahal ketika membuat tulisan tersebut saya menggunakan banyak referensi dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil poin utamanya, sehingga membentuk sebuah artikel yang mampu merangkak perlahan sampai ke peringkat teratas hasil pencarian.
Ditambah lagi karena kemampuan menulis saya yang sangat sangat lemah namun mampu merampungkan beberapa paragraf menjadi sebuah artikel membuat artikel tersebut terasa prestisius bagi saya.
Yang menyakitkan ketika artikel kompetitor yang belum lama dipublish tersebut berhasil mengangkangi artikel saya. Oh sakit oi :(. Tapi yah beginilah dunia perbloggingan, temanya cukup sempit dan yang mengeksekusi tema tersebut sangat banyak jadi yang namanya mengkopi artikel itu tidak bisa dihindarkan.
Dilihat dari segi kompetisi, blogger kecil seperti saya memang selayaknya mengakui keunggulan dari website besar itu. Bagaimana tidak, mereka memiliki sumber daya yang jauh lebih baik, praktik SEO yang tentunya juga jauh lebih baik yang membuat persaingan jadi berat sebelah. Tidak heran jika artikel yang baru dipublish saja bisa berada di peringkat teratas halam pencarian.
Kalau saya sendiri tidak terlalu memperdulikan jika tulisan sebuah artikel mirip satu sama lain, yang penting selama yang menduplikat tulisan tersebut menunjukkan usaha dengan menyempurnakan tulisan orang sehingga nilai tulisan tersebut lebih kaya dan memberikan nilai yang lebih baik, bukannya menduplikat langsung a - z = a - z.
Melihat artikel kompetitor yang saya bilang 98% mirip itu harus saya akui nilainya jauh lebih baik dari tulisan saya. Inilah yang saya maksud disempurnakan. Yah mari berpikir positif saja, tulisan artikel yang lebih sempurna tentunya memberikan nilai yang lebih baik kepada pembacanya. Toh tujuan kita menulis orientasinya memberikan value kepada pembaca.
Salah satu pesan moral dari kejadian ini yaitu membuat artikel dengan teknik spinning sepertinya sangat mudah. Mungkin ke depannya bisa saya praktekkan juga bwahahaha waspadalah, waspadalah...
Hari ini saya membuka google search console, ceritanya untuk melihat performa blog minggu ini. Namun ada yang sedikit aneh, pada tab posisi salah satu artikel andalan saya yang menempati peringkat satu di halaman pencarian tergusur turun.
Karena penasaran saya cari saja kueri utama dari artikel tersebut di halaman pencarian untuk melihat artikel yang mengangkangi artikel saya itu. Dan hasilnya ternyata salah satu blog Indonesia ternama yang semua blogger pasti tau.
Tanpa pikir pikir panjang langsung saja saya klik tautan tersebut untuk melihat lebih detil artikel kompetitor tersebut.
Tak butuh waktu lama bagi saya untuk bisa mengenali bahwa tulisan dari artikel tersebut 98% mirip dengan artikel saya. Namun pada artikel kompetitor tersebut kata-katanya dispin namun tidak merubah makna dari kalimatnya jadi mudah dikenali kemiripannya.
Padahal ketika membuat tulisan tersebut saya menggunakan banyak referensi dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil poin utamanya, sehingga membentuk sebuah artikel yang mampu merangkak perlahan sampai ke peringkat teratas hasil pencarian.
Ditambah lagi karena kemampuan menulis saya yang sangat sangat lemah namun mampu merampungkan beberapa paragraf menjadi sebuah artikel membuat artikel tersebut terasa prestisius bagi saya.
Yang menyakitkan ketika artikel kompetitor yang belum lama dipublish tersebut berhasil mengangkangi artikel saya. Oh sakit oi :(. Tapi yah beginilah dunia perbloggingan, temanya cukup sempit dan yang mengeksekusi tema tersebut sangat banyak jadi yang namanya mengkopi artikel itu tidak bisa dihindarkan.
Dilihat dari segi kompetisi, blogger kecil seperti saya memang selayaknya mengakui keunggulan dari website besar itu. Bagaimana tidak, mereka memiliki sumber daya yang jauh lebih baik, praktik SEO yang tentunya juga jauh lebih baik yang membuat persaingan jadi berat sebelah. Tidak heran jika artikel yang baru dipublish saja bisa berada di peringkat teratas halam pencarian.
Kalau saya sendiri tidak terlalu memperdulikan jika tulisan sebuah artikel mirip satu sama lain, yang penting selama yang menduplikat tulisan tersebut menunjukkan usaha dengan menyempurnakan tulisan orang sehingga nilai tulisan tersebut lebih kaya dan memberikan nilai yang lebih baik, bukannya menduplikat langsung a - z = a - z.
Melihat artikel kompetitor yang saya bilang 98% mirip itu harus saya akui nilainya jauh lebih baik dari tulisan saya. Inilah yang saya maksud disempurnakan. Yah mari berpikir positif saja, tulisan artikel yang lebih sempurna tentunya memberikan nilai yang lebih baik kepada pembacanya. Toh tujuan kita menulis orientasinya memberikan value kepada pembaca.
Salah satu pesan moral dari kejadian ini yaitu membuat artikel dengan teknik spinning sepertinya sangat mudah. Mungkin ke depannya bisa saya praktekkan juga bwahahaha waspadalah, waspadalah...